๐Ÿ”ฅ 2 Juta+ Jamaah Ramaiin Dua Masjid Suci Malam Lailatul Qadar!
Artikel Islam

Dua Jenis Larangan yang Mengharuskan Dam dan Sering Dilakukan Jamaah Haji

Berikut ini adalah dua jenis larangan dalam ibadah haji yang mewajibkan pembayaran dam dan kerap dilakukan oleh jamaah. Simak penjelasan selengkapnya.

Dalam pandangan ulama Syafi’iyah, dam terbagi menjadi:

1. Tartib dan Taqdir (Berurutan dan Sudah Ditentukan)

Dam dalam kategori ini mengharuskan jamaah menyembelih seekor kambing. Jika tidak mampu atau kesulitan mendapatkan kambing, maka dapat digantikan dengan berpuasa selama 10 hariโ€”tiga hari dilakukan saat pelaksanaan haji, sementara tujuh hari sisanya dilaksanakan setelah kembali ke tanah air. Jika tidak memungkinkan untuk berpuasa karena sakit atau alasan syar’i lainnya, maka sebagai gantinya, dapat membayar fidyah dengan memberikan makanan pokok sebanyak satu mud (sekitar 675 gram atau 0,7 liter) per hari.

Jenis dam ini berlaku bagi jamaah yang menjalankan haji tamattuโ€™ dan qiran, serta bagi mereka yang melanggar kewajiban haji seperti:

  • Tidak berihram dari miqat makani,
  • Tidak bermalam di Muzdalifah tanpa alasan syarโ€™i,
  • Tidak bermalam di Mina tanpa uzur,
  • Tidak melontar jumrah,
  • Tidak melakukan thawaf wadaโ€™.

Dasar hukum dam ini terdapat dalam firman Allah ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆุชุนุงู„ู‰:

ููŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽู…ูŽุชู‘ูŽุนูŽ ุจูุงู„ู’ุนูู…ู’ุฑูŽุฉู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุญูŽุฌู‘ู ููŽู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽูŠู’ุณูŽุฑูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‡ูŽุฏู’ูŠู ููŽู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฌูุฏู’ ููŽุตููŠูŽุงู…ู ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉู ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ูููŠ ุงู„ู’ุญูŽุฌู‘ู ูˆูŽุณูŽุจู’ุนูŽุฉู ุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฌูŽุนู’ุชูู…ู’

“Maka siapa yang mengerjakan umrah sebelum haji (tamattuโ€™), dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat. Akan tetapi, jika tidak mendapatkannya, dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (masa) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali.” (QS. Al-Baqarah: 196)

Ayat ini menegaskan bahwa mereka yang menjalankan haji tamattuโ€™โ€”yaitu melakukan ihram untuk umrah terlebih dahulu sebelum ihram haji tanpa kembali ke miqatโ€”wajib membayar dam karena tidak memenuhi salah satu kewajiban haji, yakni ihram dari miqat.

Sementara itu, bentuk dam lain seperti dam qiran, dam fawat, dam karena meninggalkan nazar, serta dam akibat tidak mabit di Muzdalifah atau Mina, tidak melempar jumrah, dan tidak melaksanakan thawaf wadaโ€™, dikiaskan oleh para ulama dengan ketentuan dam tamattuโ€™.

2. Takhyir dan Taqdir (Boleh Memilih dan Sudah Ditentukan)

Kategori ini berlaku bagi pelanggaran yang berkaitan dengan:

  • Mencukur atau mencabut rambut/bulu tubuh,
  • Mengenakan pakaian yang dilarang dalam ihram (seperti pakaian berjahit, topi, dan lainnya),
  • Memotong kuku,
  • Menggunakan wewangian.

Bagi mereka yang melanggar, tersedia tiga pilihan denda:

  1. Menyembelih seekor kambing,
  2. Bersedekah kepada enam orang fakir miskin (masing-masing mendapat dua mud makanan pokok),
  3. Berpuasa selama tiga hari.

Dalilnya adalah firman Allah ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆุชุนุงู„ู‰:

ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุญู’ู„ูู‚ููˆุง ุฑูุกููˆุณูŽูƒูู…ู’ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุจู’ู„ูุบูŽ ุงู„ู’ู‡ูŽุฏู’ูŠู ู…ูŽุญูู„ู‘ูŽู‡ู ููŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ู…ูŽุฑููŠุถู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุจูู‡ู ุฃูŽุฐู‹ู‰ ู…ูู†ู’ ุฑูŽุฃู’ุณูู‡ู ููŽููุฏู’ูŠูŽุฉูŒ ู…ูู†ู’ ุตููŠูŽุงู…ู ุฃูŽูˆู’ ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู ุฃูŽูˆู’ ู†ูุณููƒู

“Dan jangan mencukur (rambut) kepalamu sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepala (lalu dia bercukur), dia wajib berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah, atau berkurban.” (QS. Al-Baqarah: 196)

Ayat ini menjelaskan bahwa seseorang yang mengalami gangguan di kepalaโ€”seperti penyakit kulit atau kutuโ€”dan mencukur rambutnya sebelum waktunya, wajib membayar dam sesuai dengan pilihan yang telah disebutkan. Jika mencukur rambut karena sakit saja diwajibkan dam, maka mencukurnya tanpa uzur lebih layak dikenakan dam.

Hal yang sama berlaku bagi mereka yang mencari kenyamanan dengan menggunakan parfum, minyak rambut, atau hal lainnya, baik karena ada alasan maupun tidak. Dalam kondisi ini, mereka diberikan pilihan untuk membayar dam dengan berpuasa tiga hari, bersedekah (tiga mud makanan pokok), atau menyembelih kambing.

Pilihan ini juga dijelaskan dalam hadis Kaโ€™ab bin โ€˜Ujrah radhiyallahu โ€˜anhu yang menjadi sebab turunnya ayat di atas:

ูˆูŽุนูŽู†ู’ ูƒูŽุนู’ุจู ุจู’ู†ู ุนูุฌู’ุฑูŽุฉูŽ ( ู‚ูŽุงู„ูŽ: { ุญูู…ูู„ู’ุชู ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ( ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽู…ู’ู„ู ูŠูŽุชูŽู†ูŽุงุซูŽุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽุฌู’ู‡ููŠ, ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: โ€ ู…ูŽุง ูƒูู†ู’ุชู ุฃูŽุฑูŽู‰ ุงูŽู„ู’ูˆูŽุฌูŽุนูŽ ุจูŽู„ูŽุบูŽ ุจููƒูŽ ู…ูŽุง ุฃูŽุฑูŽู‰, ุชูŽุฌูุฏู ุดูŽุงุฉู‹ ? ู‚ูู„ู’ุชู: ู„ูŽุง. ู‚ูŽุงู„ูŽ: โ€ ููŽุตูู…ู’ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŽ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู, ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุทู’ุนูู…ู’ ุณูุชู‘ูŽุฉูŽ ู…ูŽุณูŽุงูƒููŠู†ูŽ, ู„ููƒูู„ู‘ู ู…ูุณู’ูƒููŠู†ู ู†ูุตู’ูู ุตูŽุงุนู โ€ } ู…ูุชู‘ูŽููŽู‚ูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู

Dari Kaโ€™ab bin โ€˜Ujrahย radhiyallahu โ€˜anhu,ย ia berkata, โ€œAku dihadapkan ke hadapan Rasulullahย shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย dan kutu-kutu bertaburan di mukaku. Lalu beliau bersabda, โ€˜Aku tidak mengira penyakitmu separah yang kulihat, apakah engkau mampuย menyembelih seekor kambing?โ€™ Aku menjawab, โ€˜Tidak.โ€™ Beliau bersabda, โ€˜Berpuasalah tiga hari, atauย berilah makan enam orang miskin masing-masing setengah shaโ€™.โ€™โ€ (Muttafaqun โ€˜alaih.ย HR. Bukhari, no. 1816 dan Muslim, no. 1201, 85)

Demikianlah dua kategori larangan dalam haji yang mewajibkan pembayaran dam, yang sering dilakukan oleh jamaah. Semoga dengan memahami aturan ini, kita dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih sempurna sesuai syariat Islam.

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tip: press Esc to close, Ctrl/โŒ˜ K to reopen.