Kenalin nih, namanya Pak Sutaji. Umurnya sudah 66 tahun, tapi semangatnya boleh diadu sama anak muda zaman sekarang. Warga Dusun Budug, Jombang ini baru saja membuktikan kalau niat yang kuat itu lebih sakti daripada sekadar gaji besar.

Pak Sutaji ini pedagang kerupuk keliling yang setia banget sama sepeda ontelnya. Sejak tahun 1970 saat mungkin orang tua kita baru lahir beliau sudah muter-muter Jombang jualan kerupuk. Di saat pedagang lain sudah ganti motor, Pak Sutaji tetap pancal sepedanya dari Peterongan sampai Mojongapit.
Rahasia “Sakti” Pak Sutaji: Konsistensi! Bukan sulap bukan sihir, impian Pak Sutaji buat naik haji ternyata sudah dipupuk sejak tahun 1980-an. Coba tebak berapa beliau nabung dulu? Cuma Rp200 per hari! Waktu itu penghasilannya cuma seribu rupiah sehari, tapi beliau tetap disiplin nyisihin uang receh itu.
Sekarang, meski sehari bisa dapat sekitar Rp100 ribu, gaya hidupnya nggak berubah. Pak Sutaji tetap menyisihkan separuh penghasilannya buat tabungan, dan sisanya buat makan bareng keluarga.
“Prinsip saya cuma satu: yang penting niat, bisa menahan diri, dan jangan boros,” kata Pak Sutaji. Deep banget, kan?
Akhirnya Berangkat Tahun 2026 Perjuangannya nggak instan. Istrinya, Bu Siti Hana, sudah daftar duluan tahun 2012. Pak Sutaji sendiri baru nyusul daftar tahun 2019 setelah tabungannya cukup. Akhirnya, pasangan tangguh ini dijadwalkan terbang ke Tanah Suci pada musim haji 2026 nanti.
Pak Sutaji pengen banget ceritanya ini jadi pengingat buat kita semua: keterbatasan ekonomi itu bukan tembok penghalang. Kalau ada niat, pasti ada jalan.
Ikuti terus cerita seputar dua kota suci Makkah dan Madinah di Cerita Haramain
