1. Mengajarkan Keikhlasan dalam Beribadah
Allah سبحانه وتعالى menekankan pentingnya ketakwaan dibanding sekadar ritual fisik dalam ibadah. Seperti dalam firman-Nya:
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al-Hajj: 37)
Dalam ibadah haji, keikhlasan menjadi kunci utama. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa haji yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan tanpa melanggar aturan akan membuat seseorang kembali dalam keadaan suci, sebagaimana saat ia dilahirkan ibunya (HR. Bukhari, no. 1521).
Pentingnya Keikhlasan dalam Beribadah
Haji Sebagai Latihan Membersihkan Hati
2. Meneladani Tuntunan Rasulullah ﷺ
Ibadah haji harus dilakukan sesuai dengan tuntunan Nabi ﷺ. Beliau mengingatkan agar umat Islam mengambil manasik dari beliau, karena mungkin saja itu adalah haji terakhirnya (HR. Muslim, no. 1297).
Dalam penyembelihan hadyu dan qurban, Rasulullah ﷺ juga menekankan pentingnya mengikuti waktu dan tata cara yang benar agar ibadah tersebut diterima.
Mengapa Mengikuti Sunnah Itu Penting?
Tata Cara Haji Sesuai Tuntunan Nabi ﷺ
3. Belajar untuk Berinfak dan Berderma
Ibadah haji membutuhkan pengorbanan harta yang tidak sedikit. Namun, Allah سبحانه وتعالى menjanjikan keberkahan bagi yang bersedekah:
“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)
Rasulullah ﷺ juga bersabda bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta, melainkan justru mendatangkan keberkahan (HR. Muslim, no. 2588).
Haji: Investasi Akhirat
Keberkahan Harta dalam Ibadah
4. Belajar Meninggalkan Larangan Saat Ihram
Dalam ihram, jamaah haji harus meninggalkan beberapa larangan, seperti memakai pakaian yang dijahit, menutup kepala, dan menggunakan parfum. Larangan ini memiliki hikmah mendalam, salah satunya adalah untuk menanamkan sikap rendah hati dan kesetaraan di antara umat Islam.
5. Memperbanyak Dzikir
Sejak awal Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak takbir dan dzikir. Allah سبحانه وتعالى berfirman:
“Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan.” (QS. Al-Hajj: 28)
Selain itu, thawaf, sa’i, dan melempar jumrah juga merupakan bentuk dzikrullah yang dilakukan dalam ibadah haji.
6. Menghadapi Rasa Lelah dengan Keikhlasan
Ibadah haji penuh dengan perjuangan fisik, tetapi setiap kelelahan dalam ibadah pasti mendatangkan pahala. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Pahalanya tergantung pada usaha yang dikorbankan.” (HR. Muslim, no. 1211)
Kesulitan dalam ibadah adalah bukti pengorbanan yang akan membuahkan pahala berlipat ganda di sisi Allah.
7. Semangat Meraih Surga
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa haji yang mabrur tidak ada balasan lain kecuali surga (HR. Bukhari, no. 1773). Ini menjadi motivasi utama bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah haji dengan sepenuh hati dan mengikuti syariat dengan baik.
8. Menyadari Persamaan Umat Islam
Dalam haji, tidak ada perbedaan antara si kaya dan si miskin, semua mengenakan pakaian ihram yang sama. Hal ini mengajarkan kesetaraan dan persaudaraan dalam Islam.
9. Mengingat Kematian dan Hari Akhir
Pakaian ihram yang sederhana mengingatkan kita pada kain kafan. Hal ini memberi pelajaran bahwa setiap manusia akan kembali kepada Allah dengan keadaan yang sama, tanpa membawa harta duniawi.
10. Belajar Sabar dan Disiplin
Haji adalah ibadah yang penuh tantangan, mulai dari antrean panjang, perjalanan jauh, hingga cuaca yang ekstrem. Semua ini melatih kesabaran dan kedisiplinan seorang Muslim.
Dengan memahami hikmah di balik ibadah haji, seorang Muslim tidak hanya mendapatkan pengalaman spiritual yang luar biasa, tetapi juga meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaannya kepada Allah سبحانه وتعالى.
