Lompat ke konten
Home » Rahasia di Balik Indahnya Masjidil Aqsho: Perjalanan Spiritual Anak Muda Zaman Now!

Rahasia di Balik Indahnya Masjidil Aqsho: Perjalanan Spiritual Anak Muda Zaman Now!

Semuanya bermula dari “Kelana Haramain Travel”. Sebuah nama yang pertama kali kudengar dari teman kampus, yang baru pulang dari Umroh Plus Aqsho. Katanya, perjalanan itu bukan cuma tentang berdoa di Tanah Suci, tapi tentang menyaksikan langsung tempat bersejarah yang selama ini cuma kita dengar di ceramah atau baca di kitab.

Sebagai generasi yang tumbuh di tengah gempuran media sosial, jujur aku lebih sering mencari “healing” lewat kafe, konser, atau staycation. Tapi kali ini berbeda — aku ingin spiritual healing. Ingin mencari kedamaian yang lebih dalam. Maka, tanpa pikir panjang, aku daftar Umroh Plus Aqsho. Dan di situlah semuanya dimulai.

Setelah menunaikan ibadah Umroh di Makkah dan bermalam di Madinah, perjalanan kami berlanjut menuju Palestina. Dalam perjalanan udara menuju Yerusalem, hatiku berdebar hebat. Seolah ada sesuatu yang memanggil dari kejauhan — sebuah tempat yang disebut Allah سبحانه وتعالى dalam Al-Qur’an.

Saat pertama kali melihat kubah emas Masjidil Aqsho dari kejauhan, aku tertegun. “Subhanallah,” ucapku lirih. Tempat ini nyata, bukan hanya gambar di buku sejarah. Begitu masuk ke area masjid, suasananya penuh kedamaian dan wibawa. Setiap langkah terasa berat tapi bermakna.

Pemandu menjelaskan bahwa di sinilah Rasulullah ﷺ melaksanakan Isra’ Mi’raj. Dan di momen itu aku benar-benar merasa kecil — seperti tersentil oleh sejarah yang hidup di hadapanku.

Di sela-sela waktu shalat, kami berbincang dengan penduduk setempat. Mereka hidup dalam tekanan, tapi tetap tersenyum dan menyambut tamu dengan ramah. Salah seorang penjaga masjid berkata, “Selama ada umat Islam yang datang berkunjung, kami tahu dunia belum melupakan Aqsho.”

Kalimat itu membekas dalam hati. Aku jadi sadar, perjalanan ini bukan cuma tentang aku dan rombongan. Ini tentang umat, tentang kepedulian, dan tentang cinta pada rumah Allah.

Sejak itu, aku paham betul kenapa banyak yang menyebut Umroh plus Aqso sebagai perjalanan spiritual paling mendalam dalam hidup. Karena di sinilah kita melihat iman bukan dari kata, tapi dari keteguhan hati mereka yang menjaganya.

Banyak yang bilang, generasi sekarang lebih sibuk mencari makna hidup di luar diri. Padahal, jawabannya sering ada di tempat yang suci seperti ini. Umroh Plus Aqsho bukan cuma tentang ziarah, tapi tentang refleksi — mengenal siapa diri kita sebenarnya di hadapan Allah سبحانه وتعالى.

Buat milenial dan Gen Z yang haus akan pengalaman autentik, perjalanan ini benar-benar membuka mata. Di Makkah, kamu belajar ketundukan. Di Madinah, kamu merasakan kasih. Dan di Al-Quds, kamu menyaksikan keteguhan. Tiga pengalaman yang saling melengkapi dan membentuk fondasi keimanan yang kokoh.

“Kelana Haramain Travel” memahami betul kebutuhan spiritual anak muda. Mereka bukan hanya mengatur perjalanan, tapi menyiapkan momen-momen reflektif di setiap tempat, agar kita bisa pulang bukan hanya dengan foto, tapi dengan perubahan hati.

Saat pesawat berangkat meninggalkan Yerusalem, aku menatap keluar jendela. Kubah Mas berkilau di bawah sinar matahari sore. Rasanya berat berpisah. Tapi ada janji dalam hati: aku akan kembali suatu hari nanti, insya Allah.

Perjalanan Umroh Plus Aqsho bukan sekadar ibadah, tapi pelajaran hidup. Di sana aku belajar tentang syukur, sabar, dan cinta terhadap tanah suci yang selalu diberkahi.

Dan buat kamu yang mungkin sedang mencari arah, mungkin ini saatnya menjawab panggilan spiritual itu. Siapkan niat, kumpulkan keberanian, dan langkahkan kaki menuju pengalaman yang akan mengubah hidupmu. Karena siapa pun yang menjejakkan kaki di tanah para nabi, akan pulang dengan jiwa baru.

Ayo, jadikan mimpimu nyata — rasakan keindahan Umroh plus Aqsho dan biarkan hatimu tersentuh oleh sejarah, iman, dan cinta yang tak lekang oleh waktu.

Haramain Story

Haramain Story

Cerita Haramain adalah inspirasi dan informasi seputar dua kota suci Makkah dan Madinah. Semoga kita semua Allah mudahkan untuk bisa berkunjung ke Haramain.View Author posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *