Secara etimologi, kata “umrah” berasal dari bahasa Arab i’tamara (اعتمر), yang berarti berkunjung atau berziarah. Dalam pemahaman umum, umrah diartikan sebagai perjalanan ke tempat yang dihormati dan memiliki nilai spiritual tinggi.
Sementara dalam istilah syariat, umrah merupakan ibadah yang terdiri dari beberapa rangkaian ritual, yakni ihram, thawaf (mengelilingi Ka’bah), sa’i (berjalan dan berlari kecil antara Shafa dan Marwah), serta tahallul (memotong rambut). Berbeda dengan haji yang memiliki waktu tertentu, umrah bisa dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun.
Perbedaan Antara Haji dan Umrah
Secara bahasa, kata haji dapat dibaca al-hajju atau al-hijju, yang memiliki makna al-qashdu, yakni niat, maksud, atau tujuan. Sementara dalam istilah syariat, haji merujuk pada perjalanan menuju Makkah dan tempat-tempat suci lainnya (masya’ir) untuk melaksanakan rangkaian ibadah pada waktu yang telah ditentukan.
Di sisi lain, secara bahasa umrah bermakna ziyarah, yaitu melakukan kunjungan. Sedangkan menurut syariat, umrah berarti ziarah ke Baitullah untuk menjalankan rangkaian ibadah tertentu.
Perbedaan Rangkaian Ibadah Haji dan Umrah
Dalam pelaksanaannya, manasik umrah terdiri dari ihram, thawaf, sa’i, dan tahallul (mencukur atau memendekkan rambut). Sementara itu, manasik haji mencakup seluruh rangkaian umrah dengan tambahan ibadah yang dilakukan di lokasi-lokasi khusus, seperti wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, serta melempar jumrah di Mina.
Keutamaan Umrah
1. Menghapuskan Dosa
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Antara satu umrah dengan umrah berikutnya, dapat menghapuskan dosa yang terjadi di antara keduanya. Sedangkan haji yang mabrur tidak ada balasan lain kecuali surga.”
(HR. Bukhari No. 1773 dan Muslim No. 1349)
Umrah menjadi salah satu amalan yang dapat menghapus dosa-dosa kecil maupun besar yang telah lalu, memberikan kesempatan bagi seorang Muslim untuk kembali dalam keadaan suci.
2. Doa Orang yang Berumrah Dikabulkan
Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang yang berjuang di jalan Allah, orang yang menunaikan haji, serta orang yang berumrah adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, dan mereka pun memenuhi panggilan-Nya. Maka jika mereka memohon kepada-Nya, Allah akan mengabulkan permintaan mereka.”
(HR. Ibnu Majah No. 2893, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani)
Keistimewaan ini menjadikan umrah sebagai momentum terbaik bagi seorang Muslim untuk berdoa dan memohon keberkahan dalam hidupnya.
3. Menghapus Kemiskinan dan Dosa
Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Laksanakanlah haji dan umrah secara berurutan, karena keduanya dapat menghapus dosa serta menghilangkan kemiskinan, sebagaimana tungku api yang menghilangkan kotoran pada besi, emas, dan perak.”
(HR. An-Nasa’i No. 2631, Tirmidzi No. 810, Ahmad 1/387, dinilai hasan sahih oleh Syaikh Al-Albani)
Hadits ini menunjukkan bahwa umrah bukan hanya membawa keberkahan spiritual, tetapi juga dapat mendatangkan rezeki yang lebih berkah dan melimpah.
4. Rezeki yang Bertambah Berkah
Salah satu manfaat besar dari umrah adalah terbukanya pintu rezeki. Dengan berusaha menabung dan berjuang untuk bisa berangkat umrah, Allah akan mengganti pengorbanan tersebut dengan keberkahan rezeki di masa depan.
5. Setara dengan Jihad bagi Wanita
Bagi kaum wanita, umrah dan haji memiliki keutamaan yang luar biasa, bahkan setara dengan jihad di jalan Allah. Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ:
“Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling utama. Apakah kami juga harus berjihad?”
Rasulullah ﷺ menjawab:
“Tidak. Jihad yang paling utama bagi kalian adalah haji yang mabrur.”
(HR. Bukhari No. 1520)
Ini menunjukkan bahwa umrah dan haji memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam, terutama bagi kaum wanita.
6. Mendapat Pahala Shalat Berlipat Ganda di Masjidil Haram
Shalat di Masjidil Haram memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama dibandingkan 1.000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram. Sedangkan shalat di Masjidil Haram lebih utama dibandingkan 100.000 shalat di masjid lainnya.”
(HR. Ahmad 3/343 dan Ibnu Majah No. 1406, dinilai sahih oleh Syaikh Al-Albani)
Hal ini menjadi motivasi besar bagi umat Muslim untuk beribadah langsung di tanah suci.
7. Thawaf Menghapus Dosa dan Meninggikan Derajat
Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang thawaf di sekitar Ka’bah sebanyak tujuh putaran lalu shalat dua rakaat, maka ia seperti telah memerdekakan seorang budak. Setiap langkahnya, Allah akan mencatat satu kebaikan, menghapus satu kesalahan, dan mengangkat satu derajatnya.”
(HR. Tirmidzi No. 959, Ahmad No. 4462, Ibnu Majah No. 2956, dinilai sahih oleh Syaikh Al-Albani)
Thawaf bukan hanya sekadar ritual fisik, tetapi juga memiliki dampak besar bagi kehidupan spiritual seorang Muslim.
8. Pahala Umrah Sesuai dengan Pengorbanan yang Dilakukan
Rasulullah ﷺ bersabda kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha:
“Pahala ibadah itu tergantung pada usaha dan harta yang dikeluarkan.”
(HR. Bukhari No. 1787 dan Muslim No. 1211)
Semakin besar pengorbanan yang dilakukan untuk menunaikan umrah, semakin besar pula pahala yang akan diperoleh.
Rukun dan Wajib Umrah
Rukun Umrah
- Ihram (niat memasuki ibadah umrah)
- Thawaf (mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran)
- Sa’i (berjalan antara Shafa dan Marwah)
- Tahallul (mencukur atau memendekkan rambut)
- Tertib (melaksanakan rukun secara berurutan)
Wajib Umrah
- Memulai ihram dari miqat (batas wilayah yang ditentukan)
- Menjauhi larangan ihram (seperti memakai wewangian, memotong rambut, dan sebagainya)
Itulah beberapa keutamaan umrah yang menjadi alasan mengapa ibadah ini begitu istimewa bagi setiap Muslim. Semoga Allah memberikan kemudahan bagi kita semua untuk bisa menunaikan ibadah umrah dan haji di masa yang akan datang. 🤲✨
